Online Status

Tinjauan

 

Keindahan pantai selatan menanti Anda dimana debur ombak ditemani cakrawala bersih dan pasir putih menyuguhkan keterasingan yang mengasyikkan. Ujung Genteng menyajikan simfoni alam yang menentramkan dan melerai segala kepenatan. Sapalah keindahannya dalam kombinasi debur ombak dan spektrum langit dan laut yang beradu biru.

Lokasi Pantai Ujung Genteng berada di wilayah Pantai Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi dengan jarak tempuh sekitar 220 km dari Jakarta dan 230 km dari Kota Bandung, serta 120 km dari kota Sukabumi.  Selain jalannya cukup mulus juga terdapat beberapa jalur alternatif serta sarana angkutan umum yang memadai menuju tempat tujuan.

Ujung Genteng letaknya memang cukup jauh tetapi keindahannya sungguh lengkap hingga membuatnya begitu dekat dengan hati Anda. Butuh kesabaran untuk sampai ke tempat ini. Sebelum sampai garis pantainya, Anda harus melalui jalan berkelok-kelok namun ketika kaki menginjak garis pantainya maka riak ombak Samudera Hindia akan membuat Anda melupakan kelelahan. Karang-karang yang terhampar luas bersama pasir putih yang menyilaukan mata membuat hati terpesona kemolekannya.

Di sinilah Anda akan menikmati jernihnya air laut dan pantai yang bersih. Di pantai ini pula Anda bisa ikut nelayan menangkap lobster. Walaupun menghadap ke Samudera Hindia namun ombaknya yang besar tak membahayakan karena lebih dulu pecah berserak terhalang gugusan karang laut di depan bibir pantai. Tempat ini akan memanjakan Anda dengan alam dengan pantai yang indah, aman, dan nyaman.

Dengan panjang garis pantai sekitar 16 km mengarah ke Barat menjadikan Ujung Genteng sebagai obyek wisata terindah sepanjang pesisir pantai selatan. Keindahannya tak kalah dari Pantai Pelabuhan Ratu yang telah lebih dulu terkenal.

Di Ujung Genteng, selain deburan ombak yang menggulung, batu karang yang terjal, dan pasir putih yang terhampar luas, ada juga Muara Cipanarikan. Muara ini tempat bertemunya Sungai Cipanarikan yang membelah Suaka Marga Satwa Cikepuh dengan air laut. Sebelum masuk ke laut, air sungainya berbelok-belok membentuk alur yang menyerupai ular yang sedang berjalan, sehingga terbentuk hamparan pasir yang sangat luas.

Tidak sedikit wisatawan yang datang dari luar wilayah Kabupaten Sukabumi seperti Jakarta, Bogor, Bandung dan sebagainya. Mereka datang berombongan dengan menggunakan kendaraan sepeda motor (touring). Hal ini mengingat dengan bersepeda motor sepanjang perjalanan menuju tempat wisata ini melewati tempat-tempat yang memiliki pemandangan yang luar biasa indah. Rute Sukabumi, Palabuhan Ratu, Cigaru merupakan rute favorit bagi rombongan touring wisata ini. Dari Cisarakan Anda dapat menikmati lanskap yang luar biasa dan hamparan pesisir pantai Palabuan Ratu yang terlihat jelas.

Pada masa kolonial, Ujung Genteng merupakan dermaga bagi kapal-kapal Belanda yang berlayar di Samudera Hindia. Ketika Jepang berkuasa, memanfaatkan pantai ini untuk mengangkut hasil alam Sukabumi. Saat ini yang tersisa hanya puing-puing saja. Hanya tembok kokoh pemecah ombak dan pondasi mercusuar yang masih terlihat.

Tips

  • Perjalanan ke Pantai Ujung Genteng dapat ditempuh selama kurang lebih 3-4 jam dari kota Sukabumi dengan kendaraan pribadi. Sebaiknya Anda mempersiapkan diri dengan bensin terisi penuh untuk berjaga-jaga apabila kemungkinan sulit mendapatkan SPBU.
  • Bawalah makanan dan minuman yang cukup sebagai bekal di perjalanan dan tempat tujuan.

Berbelanja

untuk mencari souvenir dari Ujung Genteng, Anda bisa mendatangi outlet-outlet berikut ini.

  • Zeelnet di Jalan Jl. Raya Kateu Surade, Kec. Surade
  • Area Parkir Air Terjun Cigangsa Kel. Surade Kecamatan Surade
  • Anugrah Indah Resto di Jalan Pantai Ujung Genteng

Akomodasi

Kawasan Ujung Genteng menawarkan beragam villa yang dapat disewa per malam. Salah satu villa yang bisa jadi referensi adalah villa Amanda Ratu dengan fasilitas lengkap termasuk kolam renang. Tersedia pula beragam penginapan yang lebih terjangkau harganya di Ujung Genteng yang disesuaikan keperluan Anda.

Amanda Ratu  
Cikarang, Ujung Genteng, Sukabumi.
Bp Suwandi  HP: 0813-81540455  atau  Bp Eno Sunaryo  HP: 0815-63282922

Linda’s Resort
Kampung Cibuaya, Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
Pak Rachmat   HP: 0813-16385510  HP: 0812-20008898

Vila Bungsu
Kampung Cibuaya, Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
Pak Deddy   HP: 0815-63543189   HP: 0852-87536022

Vila Ujang
Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
Telpon: 0251-337444  atau  HP: 0812-8774252

Pondok Wisata Koboi-1
Kampung Cibuaya, Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
Pak Koboi  HP: 0818-06255770

Pondok Wisata Koboi-2
Kampung Cibuaya, Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
Pak Koboi  HP: 0818-06255770

Pondok Adi
Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
Telpon: 0251-316902  atau  HP: 0818-101159

Deddy Losmen
Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.

Mamas Losmen
Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.

Pondok Pinang
Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
HP: 0813-80747068

Pondok Hexa
Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
Telpon: 021-7509271  atau  HP: 0813-80585444  0815-9372999

Batu Besar (Big Rock)
Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
HP: 0852-87536022

Pondok Iskandar
Pangumbahan, Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
Aisyah  HP: 0815-63579959
H Iskandar  HP: 0811-203375   0812-2014761

Penginapan Pak Abudin
Kampung Cibuaya, Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
HP: 0857-23062894

Rumah Penduduk
Kampung Cibuaya, Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.
HP: 0852-87536022

 

Transportasi

Pantai Ujung Genteng berada di Kabupaten Sukabumi. Tempat ini dapat dicapai melalui Jampangkulon-Surade, ibu kota kecamatan yang terdekat. Kendaraan dapat dengan mudah mencapai Pantai Ujung Genteng, bahkan juga sudah terdapat angkutan umum menuju ke Ujung Genteng.

Perjalanan menuju Ujung Genteng dapat ditempuh selama 6-8 jam, tergantung kemacetan di Sukabumi, Jalur ke arah puncak. Jalanannya beraspal, cukup bagus, walau kadang di beberapa tempat berlubang jadi perlu kehati-hatian. Hanya transportasi dari Ujung Genteng ke tempat-tempat sekitar masih terbatas, karena kondisi jalan maupun infrastuktur.

Ujung genteng sendiri sebetulnya termasuk wilayah Kecamatan Ciracap, tapi nama Ujung Genteng lebih lekat dengan kota kecil Surade sebagai tempat transit wisatawan yang berkunjung ke Ujung Genteng dengan menggunakan angkutan umum. Di samping itu sarana kendaraan angkutan umum juga lebih banyak dijumpai di Surade. Dari Surade Anda dapat melanjutkan perjalanan menuju Ujung Genteng dengan menggunakan kendaraan umum yang lebih kecil atau biasa disebut “unyil” oleh masyarakatnya.

Untuk mencapai pantai Ujung Genteng lokasinya sekitar 5 km dari jalan besar. Anda dapat menyewa ojek yang sudah berpengalaman sebagai pemandu karena untuk menuju ke sana harus melewati jalan setapak yang hanya cukup 1 mobil dan belum beraspal juga melewati sungai kecil serta jalan yang licin jika hujan. Jasa menyewa ojek sebagai pemandu dari penduduk biayanya adalah 30-50 ribu rupiah.

  • Rute 1:  Anda melewati jalur Jakarta-Ciawi-Cicurug-Cibadak sekitar 2,5 jam. Kemudian jalur Cibadak-Pelabuhan Ratu-Cikembar-Jampang Kulon-Surade-Ujung Genteng
  • Rute 2: Anda melewati jalur Jakarta-Ciawi-Cicurug-Cibadak-Sukabumi-Jampang Tengah-Jampang Kulon-Surade-Ujung Genteng.
  • Rute 3: Anda melewati jalur Bandung-Cianjur-Sukabumi-Jampang Tengah-Jampang Kulon-Surade-Ujung Genteng.

Menggunakan Transportasi Umum

•    Jakarta – Bogor – Sukabumi – Lembur Situ – Surade – Ujung Genteng
o    Jakarta – Bogor Rp 8.000,-
o    Bogor – Sukabumi (elf) Rp 10.000,-
o    Sukabumi – Lembur situ Rp 3.000,-
o    Lembur Situ – Surade Rp 20.000,-
o    Surade – Ujung Genteng Rp 10.000,-

•    Bandung – Sukabumi – Lembur Situ – Surade – Ujung Genteng
o    Bandung – Sukabumi Rp 20.000,-
o    Sukabumi – Lembur situ Rp 3.000,-
o    Lembur Situ – Surade Rp 20.000,-
o    Surade – Ujung Genteng Rp 10.000,-

Tinjauan

 

Jauh di pedalaman Cijulang, Pangandaran Sungai Citumang mengalir di sebuah hutan hijau lebat yang airnya berwarna kebiruan. Sungai ini dihiasi oleh bebatuan indah, cabang-cabang pohon dan semak-semak. Airnya mengalir ke sebuah gua yang menakjubkan. Di sini, ketenangan akan menyapa Anda. Satu-satunya suara yang Anda dengar adalah suara harmoni alam yang manis, musik yang diciptakan oleh gemericik air dan bisikan angin yang berjalan melalui pepohonan, disertai suara hewan yang bersembunyi malu.

 

Sungai yang tenang ini terletak di Desa Bojong, kabupaten Ciamis, sekitar 15 km sebelah barat Pangandaran. Nama Citumang, berasal dari penduduk setempat yang percaya bahwa ada buaya  yang kakinya patah tinggal di sungai ini. Nama buaya tersebut “Si Tumang”, maka sungai ini diberi nama Citumang.

 

Saat Anda berjalan di antara tebing tinggi, suara sungai mulai terdengar. Ketika Anda melewati tebing ini, keindahan sungai yang menakjubkan akan terkuak. Air jernih yang berwarna biru perlahan mengundang Anda untuk melompat kedalam sungai. Ketika Anda berjalan lebih ke hulu, Anda akan menemukan sebuah air terjun yang ditemani oleh pohon besar yang akarnya menjuntai. Tempat ini merupakan tempat yang tepat untuk bermain dengan adrenalin Anda, bergelantungan di ranting pohon seperti Tarzan dan terjun ke dalam air.

 

Ketika Anda berjalan lebih jauh mengikuti aliran air, Anda akan menemukan sebuah keajaiban alam yang langka. Air sungai masuk kedalam tanah dan muncul kembali di hilir sungai seperti sistem ledeng. Tempat ini terletak di ujung gua yang disebut gua Taringgul, dan aliran sungai di bawah tanah ini disebut “Sanghyang Tikoro” atau diterjemahkan sebagai tenggorokan Allah.

Sungai Citumang adalah tempat yang sempurna untuk membawa anak-anak dan keluarga Anda. Di sini, Anda dapat mengajari mereka nilai-nilai tentang alam, pentingnya lingkungan, dan tempat di mana waktu yang berkualitas tidak hanya dengan satu sama lain, tetapi juga dengan lingkungan. Jika kesibukan kota membuat hari-hari Anda tertekan, cobalah benamkan kepala Anda ke dalam air pegunungan yang jenir dan sejuk. Tutup mata Anda dan biarkan perasaan tertekan Anda mengalir dengan air ke hilir. Perjalanan ke sungai Citumang sangat menyenangkan dan bermanfaat, jadi ketika Anda di sana, gunakan waktu Anda untuk bersenang-senang dan menyegarkan tubuh, jiwa dan pikiran.

 

 

Transportasi

Citumang terletak di antara Pangandaran dan Green Canyon. Satu-satunya transportasi umum yang dapat membawa Anda ke tempat ini adalah ojek. Anda juga bisa menyewa sepeda untuk menuju ke sungai ini, yang Anda perlu lakukan hanya mengikuti petunjuk yang mengarah ke Citumang. Jika Anda menggunakan mobil, cara terbaik untuk sampai ke Sungai Citumang adalah melalui pasar lokal Cibenda lewat Panyingkiran melalui jalan sempit dan sawah hijau sampai Anda menemukan tempat parkir. Dari sana Anda harus berjalan kaki sekiatar 25 menit untuk menuju sungai.

 

Tips

  • Waktu terbaik untuk mengunjungi sungai Citumang adalah selama musim kamarau (Juni-September), pada musim hujan langit sedikit mendung dan jalan sedikit licin.
  • Sungai Citumang sangat direkomendasikan bagi para fotografer alam.

 

Tinjauan

Jika Anda seseorang yang suka berbelanja dan berwisata, Anda harus mengunjungi Kota Bogor karena faktanya di kota ini terdapat satu kawasan wisata belanja yang bernama Tajur yang banyak menjual beragam jenis tas, sepatu, dan perlengkapan pribadi lainnya. Anda akan dimanjakan dengan aneka model tas dan sepatu dari berbagai merk hasil karya pengrajin tas lokal.

Di sepanjang jalan kawasan wisata belanja Tajur ada sekitar 50 toko. Di antara toko-toko itu, yang terbesar adalah: Tajur Fashion, Terminal Tas, Stasiun Tas, Sumber Tas, dan Central Tas. Sedang di Jl. Pajajaran, masih sejalan dengan Tajur ada Big Guy, Parkir Outlet, Fame N Famous, Donatello, Milenia, Brasco, dan B Bos.

Dan salah satu toko yang dicari para penggila belanja adalah Sumber Karya Indah (SKI) yang berada di Jl. Katulampa, sekitar 500 meter dari jalan raya Tajur. SKI disebut-sebut sebagai pelopor pembuatan dan perdagangan tas di kawasan Tajur. Toko itu dirintis Ny. Maryam Alicia sejak tahun 1979. Hingga kini, Ny. Maryam masih mendesain dan memproduksi tas untuk dijual di tokonya dan di toko-toko lain.

Harga yang ditawarkan bervariasi namun biasanya mulai dari Rp 60.000,00 sampai Rp 200.000,00 untuk kualitas yang bagus.

Kawasan belanja ini dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat dan selalu ramai dikunjungi berbagai kalangan. Mereka tidak hanya datang dari Jakarta, tetapi dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan berbagai wilayah di Indonesia lainnya.

 

Transportasi

Lokasi wisata belanja Tajur tidak jauh dari terminal Bis Baranangsiang Bogor, ke arah Ciawi. Bila dari arah Puncak, Anda bisa melewati pasar Ciawi lalu ambil jalan lurus ke arah kota Bogor. Sedang dari Jakarta Anda bisa langsung lewat tol kemudian belok ke kiri menuju ke arah pasar Sukasari. Jika pasar Sukasari belok kanan, maka Tajur belok ke kiri.

 

Situs Gunung Padang di Cianjur: Maha Karya Terpendam Peradaban Purba Nusantara

 

Tinjauan

 

Balok-balok batu berserakan di mana-mana, berpusat di gunung yang berusia sangat tua sekali. Tidak hanya di sana tetapi juga di pesawahan, di sekitar rumah-rumah penduduk, bahkan diperkirakan masih tak terhitung jumlahnya tertanam di bawah bukit dan tanahnya yang amat subur. Lokasi situs ini berada di ketinggian 885 m dpl, di Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.

 

Situs Gunung Padang adalah peninggalan megalitik terbesar di Asia Tenggara dengan luas bangunan purbakalanya sekitar 900 m² dan areal situsnya sekitar 3 Ha. Bangunan punden berundaknya berbahan bebatuan vulkanik alami dengan ukuran yang berbeda-beda, unik sekaligus melayangkan dalam benak Anda, sisa apa ini sebenarnya?

 

 

Tepat di puncak gunungnya, bebatuan tersebut berserakan dengan denah mengkerucut dalam 5 teras. Diperkirakan batunya berusia 4000-9000 SM (Sebelum Masehi). Situs megalitik ini sendiri berasal dari periode 2500-4000 SM. Ini berarti bangunannya telah ada sekitar 2.800 tahun sebelum dibangunnya Candi Borobudur. Bahkan, usia situs megalitik ini lebih tua dari Machu Picchu di Peru. Situs megalitik Situs Gunung Padang diperkirakan sezaman dengan bangunan pertama Piramida di Mesir.

 

Kata “padang’” dalam bahasa Sunda berarti caang atau terang benderang. Ada juga pengertian lain dari istilah “padang”, yaitu: pa (tempat), da (besar; agung), dan hyang (eyang; moyang; leluhur), dari ketiga kata tersebut kemudian kata ‘padang’ dimaknakan sebagai tempat agung para leluhur.

 

Situs Gunung Padang merupakan peninggalan zaman batu besar yang tak ternilai harganya. Bentuknya berupa tiang-tiang dengan panjang rata-rata sekitar 1 meter dan berdiameter rata-rata 20 cm, berjenis  andesit, basaltik, dan basal. Geometri ujung batu dan pahatan ribuan batu besar dibuat sedemikian rupanya teratur berbentuk pentagonal (lima sudut). Angka 5 juga seakan memberikan identitas pemujaan bilangan ‘5’ oleh masyarakat Sunda dahulu kala. Hal ini membedakannya dengan Babylonia yang menganggap sakral angka 11 atau Romawi Kuno dengan angka 7.  Simbol ‘5’ tersebut mirip dengan tangga nada musik Sunda pentatonis, yaitu: da mi na ti na. Oleh karena itulah, selain kompleks peribadatan purba, banyak juga menyebut Situs Gunung Padang sebagai teater musikal purba.

 

Batu-batu andesit Situs Gunung Padang tersebut hanya dapat ditemui di sekitar Gunung Padang. Begitu menyeberangi Kali Cikuta dan Kali Cipanggulaan, tidak ada lagi batu-batu besi seperti itu. Masyarakat setempat percaya bahwa batuan andesit itu terlebih dahulu diukir di satu tempat yang kini disebut Kampung Ukir dan dicuci di satu empang yang disebut Kampung Empang. Hingga kini terhampar berserakan sisa-sisa ukiran batu purba tersebut. Kampung Ukir dan Kampung Empang berada sekitar 500 meter arah tenggara Situs Megalitik Gunung Padang.

 

Sketsa Situs Megalitik Gunung Padang berdasarkan tinjauan arsitektur
(Pon S Purajatnika)

 

Situs Gunung Padang pertama kali tahun 1914 yang termuat dalam Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD) atau Buletin Dinas Kepurbakalaan pemerintah Hindia Belanda. Seorang sejarawan Belanda ternama yaitu N. J. Krom sempat menguraikannya tetapi belum banyak keterangan lebih lanjut mengenai informasi keberadaannya.

 

Kajian arkeologi, sejarah, dan geologi kemudian dilakukan Puslit Arkenas sejak 1979. Tidak ditemukannya artefak berupa manik-manik atau peralatan perunggu menyulitkan penentuan umur situs ini. Hal itu karena mayoritas artefak megalitik di Indonesia dan Asia Tenggara ditemukan pada masa kebudayaan Dongson (500 SM).

 

Para arkeologi sepakat bahwa Situs Gunung Padang bukan merupakan sebuah kuburan seperti dinyatakan oleh Krom (1914) tetapi merupakan sebuah tempat pemujaan masyarakat Sunda Kuna. Selain itu, situs ini juga dibangun dengan posisi memperhatikan pertimbangan geomantik dan astromantik.

 

Situs Gunung Padang secara astronomis ternyata berharmoni dalam naungan bintang-bintang di langit. Analisis dengan planetarium yang dilacak hingga ke tahun 100 M menunjukkan bahwa posisi Situs Gunung Padang pada masa prasejarah menunjukan berada tepat di bawah langit yang lintasannya padat bintang berupa jalur Galaksi Bima Sakti.

 

Sementara itu, bagi masyarakat setempat, mereka meyakini bahwa reruntuhan bebatuan ini berkaitan dengan upaya Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran yang ingin membangun istana dalam semalam. Bersama pasukan dan masyarakatnya mengumpulkan balok-balok batu alami dari sekitar Gunung Padang. Akan tetapi, sayang upaya tersebut gagal karena fajar telah menggagalkannya sehingga bebatuan vulkanik masif yang berbentuk persegi panjang itu dibiarkan berserakan di atas bukit. Asumsi tersebut diyakini karena peninggalan prasejarah ini berupa bebatuan yang sama sekali belum mengalami sentuhan tangan manusia atau belum dibentuk oleh tangan manusia. Bebatuan ini jumlahya sangat banyak dan tersebar hampir menutupi bagian puncak Gunung Padang. Penduduk menamakan 5 teras di gunung ini dengan nama-nama bernuansa Islam, yaitu: Meja Kiai Giling Pangancingan, Kursi Eyang Bonang, Jojodog (tempat duduk) Eyang Swasana, Sandaran Batu Syeh Suhaedin (Syeh Abdul Rusman), Tangga Eyang Syeh Marzuki, dan Batu Syeh Abdul Fukor.

 

Situs Gunung Padang merupakan tempat pertemuan berkala (kemungkinan tahunan) semua ketua adat masyarakat Sunda Kuna. Saat ini situs ini juga masih dipakai oleh penganut agama asli Sunda untuk melakukan pemujaan yang telah berlangsung sejak 2.000 lalu.

 

Berkaitan umur Situs Gunung Padang, ada yang berpendapat dibangun pada masa Prabu Siliwangi dari Kerajaan Sunda sekitar abad ke-15 karena ditemukan guratan senjata kujang dan ukiran tapak harimau pada dua bilah batu. Akan tetapi, arkeolog berpendapat lain, situs ini umurnya jauh lebih tua 2500-400 SM. Hal tu berdasarkan bentuk monumental megalit dan catatan Bujangga Manik, yaitu seorang bangsawan dari Kerajaan Sunda dari abad ke-16 yang menyebutkan suatu tempat yaitu Kabuyutan (tempat leluhur yang dihormati orang Sunda) berada di hulu Sungai Cisokan yang berhulu di sekitar Gunung Padang. Bujangga Manik juga menulis bahwa situs ini sudah ada sebelum Kerajaan Sunda.

Kegiatan

Bulatkan tekad Anda untuk mengunjungi situs luar biasa ini yang menjadi sebuah warisan peradaban Nusantara yang menakjubkan sekaligus penuh tanda tanya. Jangan kalah dengan turis asing yang telah terkagum-kagum melihat situs ini bahkan sebagian berhasrat membeli beberapa bongkahan batu tersebut (Red. Jelas ini terlarang).

 

Datanglah ke sini untuk melihat langit indah malam hari di bawah riuhnya milyaran bintang dimana tepat di tengah Galaksi Bima Sakti yang dikawal rasi Serpens dan Aquila yang mewakili dunia bawah dan atas. Malam cerah di bulan Juli dapat Anda pilih untuk waktu yang sempurna, duduk saat malam Bulan Purnama bersama reruntuhan yang berusia 2500-4000 SM.

 

Situs Gunung Padang merupakan Punden Berundak yang tidak simetris. Ini  berbeda dengan punden berundak simetris seperti Candi Borrobudur. Sebuah punden berundak tidak simetris menunjukkan bahwa pembangunan punden ini mementingkan satu arah saja ke mana bangunan ini menghadap. Menerka-lah dalam benak Anda, kiranya seperti apa bentuk ritual kurban dari nenek moyang kepada Matahari, Bulan, dan Ruh Leluhur. Benarkah mereka mempersembahkan 5 sapi sebagai kurban di 5 terasnya yang bertingkat?

 

5 teras dari Situs Gunung Padang ini mengarah kepada Gunung Gede (2950 m dpl) yang terletak sekitar 25 km dari situs ini. Teras pertama merupakan teras terbawah dengan ukuran paling besar, kemudian berturut-turut sampai ke teras lima yang ukurannya semakin mengecil. Bentuk punden berundak juga menunjukan bahwa semakin ke atas maka tingkat kesuciannya semakin tinggi.

 

Situs prasejarah ini tak ternilai harganya, bukan hanya berarti bagi Indonesia tetapi juga bagi peradaban manusia. Oleh karena itu, sangat bijak bagi Anda untuk tidak mencoret, tidak memukul-mukul batu, dan tentunya membuang sampah pada tempatnya.

 

Situs prasejarah ini dikelilingi oleh lembah-lembah yang sangat dalam. Kompleksnya memanjang, menutupi permukaan sebuah bukit yang dibatasi oleh jejeran batu andesit besar berbentuk persegi. Di puncak gunungnya Anda dapat melihat melihat pemandangan indah dan hamparan beberapa gunung, yaitu Gunung Gede, Gunung Pangrango, Gunung Pasir Pogor, Gunung pasir Gombong, dan Gunung Pasir Domas.

 

Situs Gunung Padang sebenarnya bukan satu-satunya kompleks tradisi megalitik di Cianjur. Masih ada peninggalan tradisi megalitik di sekitar Kabupaten Cianjur yaitu di Ciranjang, Pacet, Cikalong Wetan, dan Cibeber.

 

Tips

Lokasinya berbukit curam namun telah tersedia anak tangga untuk mencapai puncaknya setinggi 95 meter. Tangga tersebut tersusun dari 468 anak tangga dari batu andesit yang direkonstruksi. Ada dua bagian anak tangga, satu tangga berbahan batu alami dan yang satunya lagi tangga berbahan semen dan pasir.

Apabila Anda menggunakan tangga berbatu alami maka perlu berhati-hati tetapi ini adalah jalur aslinya dengan sudut panorama yang menawan.

Saat Anda menuruni anak tangga yang berbahan semen maka berhentilah sesaat beberapa kali untuk menghindari kaki bergetar sesampainya di bawah.

penyanyi legendaris Nike Ardilla meninggal dunia. Ia meninggal saat berusia 19 tahun lebih dua bulan tiga minggu, di saat karirnya mencapai puncak, waktu kecantikan dan ketenarannya tak ada duanya di jagat dunia hiburan Indonesia. Ia meninggal karena kecelakaan tunggal, mobilnya menabrak beton di Jalan RE Martadinata (sekarang Jalan Riau) Kota Bandung.

Nama lengkap Nike Ardilla adalah Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi. Lahir di Bandung 27 Desember 1975 dan meninggal tanggal 19 Maret 1995. Nike adalah seorang penyanyi, bintang film, bintang iklan, model, sosialita papan atas. Ia sedikit dari penyanyi Indonesia yang masih mengeluarkan album meski sudah tiada. Masih suara aslinya, tentu yang sudah direkam dan tinggal diganti covernya. Setiap tanggal kelahiran dan kematiannya selalu diperingati para penggemar dan pemujanya. Makamnya di Ciamis menjadi salah satu situs yang menjadi tujuan ziarah.

Nike Astrina

Orang tua Nike Ardilla bernama R. Eddy Kusnadi dan Nining Ningsihrat. Sejak umur enam tahun ia rajin mengikuti berbagai kontes unjuk suara di Kota Kembang. Denny Sabri, seorang wartawan musik sekaligus promotor menangani si cilik cantik Nike dan memberi nama panggung Nike Astrina. Saat itu tahun 1985, ia baru berusia 10 tahun, kelas lima SD, dan ia sudah menjadi penyanyi profesional, bukan penyanyi anak-anak.

Karena belum punya lagu sendiri, Nike Astrina kerap didaulat menjadi aktris pembuka konser (opening act) penyanyi yang lebih senior seperti Ikang Fawzy dan Nicky Astria. Lagu yang sering ia dendangkan adalah Hongky Tonk Woman (Rolling Stones) dan The Final Countdown (Europe). Banyak decak kagum sudah terlontar dari para musisi nasional tentang suaranya, kematangan panggungnya dan kecantikan alamiahnya.

 

Nike Ardilla

Bulan Oktober 1989, Nike bergabung dengan Proyek Q Records. Di sini ia bertemu dengan Deddy Dores, yang kemudian menggarap album perdananya. Namanya berganti dari Nike Astrina menjadi Nike Ardilla. Lagu hitsnya, ‘Seberkas Sinar’ – yang juga nama albumnya, laris manis di pasaran. Albumnya terjual setengah juta kopi. Ukuran luar biasa untuk pendatang baru.

NIke Ardilla album cover
NIke Ardilla album cover

Album kedua Nike lebih heboh lagi. Bertajuk Bintang Kehidupan, dirilis bulan Februari 1990. Albumnya laku dua juta kopi, empat kali lipat lebih banyak dari Seberkas Sinar. Lagunya itupun diterjemahkan dalam bahasa Inggris “The Star of Life” dan membawanya juara di ‘Asia Song Festival 1991′ di Shanghai China. Ingat, Nike saat itu menjadi kontestan paling imut alias termuda, baru lima belas tahun. Album terakhirnya,  ‘Sandiwara Cinta’ terjual lebih dari tiga juta kopi. Album itu dirilis sebulan sebelum kecelakaan itu.

Total Nike Ardilla merilis sembilan album selama hidupnya, ditambah tiga album lagi setelah ia tiada. Penghargaan yang ia dapat bukan sembarangan. Catat: empat kali dari BASF Awards (album Bintang Kehidupan, Nyalakan Api, Biarlah Aku Mengalah, Mama Aku Ingin Pulang). Juga empat kali dari HDX Awards (album Biarkan Cintamu Berlalu, Deru Debu, Sandiwara Cinta, Suara Hatiku) dan satu kali dari Anugrah Industri Muzik Malaysia (album Duri Terlindung).

NIke Ardilla model
NIke Ardilla model

Wajah cantik Nike Ardilla juga laris di dunia layar. Ia sempat berperan di sejumlah sinetron dan film. Film Nike pertama berjudul Kasmaran,  ia masih bocau 11 tahun. Film lainnya adalah Gadis Foto Model, Lupus 4, Si Kabayan & Anak Jin, Si Kabayan Saba Metropolitan, Cinta Anak Muda, Nakalnya Anak Muda,  Olga & Sepatu Roda,Kembali Lagi,  Nuansa Gadis Suci, juga film perjuangan semacam Saputangan Bandung Selatan dan Opera Anak Juang Indonesi. Sinetron yang sempat ia bintangi antara lain Bunga Kampus, Impian Pengantin, Senandung Senja, Sukreni Gadis Bali, None, Ceplas-Ceplos, Warisan, Trauma Marissa, Jalur Putih, dll.

Di bidang model, Nike juga punya piala. Antara lain juara dua pemilihan Model LA Clarks Jeans 1989 dan juara favorit Gadis Sampul 1990. Ia juga tampil di sejumlah iklan. Ia di jamannya, 1990an awal, ia adalah role model anak-anak muda, impian para remaja: cantik, terkenal, wangi, multi  talenta, penampilan modis, banyak piala, real diva, real superstar. Tak ada yang bisa menandingi. Bahkan jauh sebelum demam K-Pop lahir, Nike sudah menjadi menjadi simbol postmodernisme. Dan ingat, Nike Ardilla masih berusia 19 tahun saat memproduksi 131 lagu (dalam 13 album) dan 21 film plus sinetron. Produktivitas tinggi yang belum pernah bisa dilakukan artis manapun di Indonesia. Total dalam lima tahun karir profesionalnya, ia sudah menjual sepuluh juta kopi album.

Nike Ardilla juga aktif di dunia sosial. Tahun 1992 ia mendirikan SLB Nike Ardilla, masih berusia 17 tahun. SLB ini ada di Cipamokolan Bandung dan Nike dedikasikan untuk anak-anak tuna grahita. Masih berlanjut hingga artikel ini ditulis. Ia juga membiayai pembangunan Panti Bayi Sehat di Jl.Mulawarman Bandung. Ia juga pernah jadi donatur untuk klub sepakbola Bandung Raya.

Nike ARdilla dan mobil D 27 AK
Nike ARdilla dan mobil D 27 AK

Tapi 19 Maret 19 tahun yang lalu, tepatnya 19 Maret 1995, di usianya yang ke-19, Tuhan memanggil sang Diva. Pagi itu ia berkendara Mobil Honda Civic Genio warna biru metalik dengan nomor polisi D 27 AK, bersama seorang temannya, Sofiatun Wahyuni alias Atun, perempuan dari Yogyakarta. Masih belum terang benar cahaya mentari, jam menunjuk angka 05.30. Konon ia hendak menyalip sebuah mobil yang ada di depannya, tapi dari arah depan melaju sebuah kendaraan lain. Ia banting setir untuk menghindari kecelakaan, sayang terlalu keras menabrak beton. Nike meninggal di tempat, sahabatnya Atun dibawa ke rumah sakit Santo Yusuf dan selamat.

Banyak spekulasi liar muncul di seputar tragedi tersebut. Ada yang bilang ia tengah mabuk over dosis, ada yang bilang ia sengaja dibunuh oleh seorang anak penguasa karena menolak cintanya. Atun bilang ia hanya minum orange juice. Yang jelas ia tengah dalam hari-hari penuh kerja, antara lain sedang menyelesaikan produksi sinetron Trauma Marissa di Jakarta. Sama seperti spekulasi meninggalnya Lady Diana, Princess of Wales, 31 Agustus 1997, dua tahun kemudian. Nike dimakamkan di orang mengantar jasadnya ke pemakaman di Imbanegara, Ciamis, Jawa Barat.

 

Makam Nike Ardilla Imbanegara Ciamis
Makam Nike Ardilla Imbanegara Ciamis

Tewasnya sang Diva tidak berarti produktivitas lantas berhenti. Ia masih mengeluarkan tiga album dan masih laris diserbu penggemar. Ia juga masih peroleh penghargaan, termasuk penerbitan prangko Nike Ardilla tahun 1996, di Rusia. PT. Pos Indonesia juga menerbitkan kartu pos dan SHP (sampul hari pertama) setahun wafatnya Nike Ardilla tahun 1996. PT. Telkom merilis kartu telepon edisi Nike Ardilla untuk mengenang lima tahun wafatnya, tahun 2000. Nike juga diabadikan menjadi nama sebuah jalan kavling perumahan di Jakarta, tahun 2012.

Sampai saat ini, masih banyak penggemar Nike Ardilla. Mereka berkumpul dalam Nike Ardilla Fans Club. Tiap tahun banyak peziarah yang menyambangi makamnya di Imbanegara, Ciamis, Jawa Barat. Hanya ia wakil dari kegemilangan budaya pop yang menyaingi soal wisata ziarah berbanding dengan tokoh-tokoh agama dan politik lainnya. Di Sulawesi Barat ada sebuah rumah makan bernama Rumah Makan Nike Ardila, di Wonomulyo, Polewali Mandar, yang setiap harinya memutarkan lagu-lagu Nike.

Nike Ardilla remaja
Nike Ardilla remaja

 

A. Selayang Pandang

Kota Cirebon merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang cukup terkenal berkat adanya makam Syarif Hidayatullah, seorang mubaligh, pemimpin spiritual, dan sufi yang juga dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati. Peristirahatan terakhir Sunan Gunung Jati dan keluarganya ini disebut dengan nama Wukir Sapta Rengga. Makam ini terdiri dari sembilan tingkat, dan pada tingkat kesembilan inilah Sunan Gunung Jati dimakamkan. Sedangkan tingkat kedelapan ke bawah adalah makam keluarga dan para keturunannya, baik keturunan yang dari Kraton Kanoman maupun keturunan dari Kraton Kasepuhan.

Di makam ini terdapat pasir malela yang berasal dari Mekkah yang dibawa langsung oleh Pangeran Cakrabuana, putera Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjadjaran. Karena proses pengambilan pasir dari Mekkah itu membutuhkan perjuangan yang cukup berat, maka pengunjung dan juru kunci yang akan keluar dari kompleks makam ini harus membersihkan kakinya terlebih dahulu, agar pasir tidak terbawa keluar kompleks walau hanya sedikit. Larangan tersebut merupakan instruksi langsung dari Pangeran Cakrabuana sendiri.

Makam yang menempati lahan seluas 4 hektar ini merupakan obyek wisata ziarah yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan/peziarah baik dari Cirebon maupun kota-kota sekitarnya. Kedatangan para peziarah itu biasanya berlangsung pada waktu-waktu tertentu seperti Jumat Kliwon, peringatan maulud Nabi Muhammad SAW, ritual Grebeg Syawal, ritual Grebeg Rayagung, dan ritual pencucian jimat.

B. Keistimewaan

Bangunan makam Sunan Gunung Jati memiliki gaya arsitektur yang unik, yaitu kombinasi gaya arsitektur Jawa, Arab, dan Cina. Arsitektur Jawa terdapat pada atap bangunan yang berbentuk limasan. Arsitektur Cina tampak pada desain interior dinding makam yang penuh dengan hiasan keramik dan porselin. Selain menempel pada dinding makam, benda-benda antik tersebut juga terpajang di sepanjang jalan makam. Semua benda itu sudah berusia ratusan tahun, namun kondisinya masih terawat. Benda-benda tersebut dibawa oleh istri Sunan Gunung Jati, Nyi Mas Ratu Rara Sumandeng dari Cina sekitar abad ke-13 M. Sedangkan arsitektur Timur Tengah terletak pada hiasan kaligrafi yang terukir indah pada dinding dan bangunan makam itu.

Keunikan lainnya tampak pada adanya sembilan pintu makam yang tersusun bertingkat. Masing-masing pintu tersebut mempunyai nama yang berbeda-beda, secara berurutan dapat disebut sebagai berikut: pintu gapura, pintu krapyak, pintu pasujudan, pintu ratnakomala, pintu jinem, pintu rararoga, pintu kaca, pintu bacem, dan pintu kesembilan bernama pintu teratai. Semua pengunjung hanya boleh memasuki sampai pintu ke lima saja. Sebab pintu ke enam sampai ke sembilan hanya diperuntukkan bagi keturunan Sunan Gunung Jati sendiri.

Kompleks makam ini juga dilengkapi dengan dua buah ruangan yang disebut dengan Balaimangu Majapahit dan Balaimangu Padjadjaran. Balaimangu Majapahit merupakan bangunan yang dibuat oleh Kerajaan Majapahit untuk dihadiahkan kepada Sunan Gunung Jati sewaktu ia menikah dengan Nyi Mas Tepasari, putri dari salah seorang pembesar Majapahit yang bernama Ki Ageng Tepasan. Sedangkan Balaimangu Padjadjaran merupakan bangunan yang dibuat oleh Prabu Siliwangi untuk dihadiahkan kepada Syarif Hidayatullah sewaktu ia dinobatkan sebagai Sultan Kesultanan Pakungwati (kesultanan yang merupakan cikal bakal berdirinya Kesultanan Cirebon).

Selain terkenal dengan arsitektur bangunannya yang unik, obyek wisata ziarah makam Sunan Gunung Jati ini juga terkenal dengan berbagai macam ritualnya, yaitu ritual Grebeg Syawal, Grebeg Rayagung, dan pencucian jimat. Grebeg Syawal ialah tradisi tahunan yang diselenggarakan setiap hari ke 7 di bulan Syawal, untuk mengenang dan melestarikan tradisi Sultan Cirebon dan keluarganya yang berkunjung ke makam Sunan Gunung Jati setiap bulan itu. Sedangkan Grebeg Rayagung ialah kunjungan masyakat setempat ke makam yang diadakan setiap hari raya Iduladha. Selain itu, terdapat juga ritual tahunan pada hari ke-20 di bulan Ramadhan, tradisi itu disebut “pencucian jimat” dan benda-benda pusaka (gamelan dan seperangkat alat pandai besi) yang merupakan benda peninggalan Sunan Gunung Jati. Tradisi ini dilaksakan setelah shalat shubuh, bertujuan untuk memperingati Nuzulul Qur‘an yang jatuh pada tanggal 17 Ramadhan
Para penjaga makam sedang beristirahat di serambi
Makam Sunan Gunung Jati

C. Lokasi

Makam Sunan Gunung Jati terletak di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Propinsi Jawa Barat, Indonesia.

D. Akses

Makam Sunan Gunung Jati berjarak kurang lebih 6 km ke arah utara dari Kota Cirebon. Untuk menuju lokasi makam ini pengunjung dapat menggunakan kendaran pribadi (mobil) atau naik angkutan umum (bus) dari Terminal Cirebon. Dari terminal ini, pengunjung naik bus jurusan Cirebon—Indramayu dan turun di lokasi. Perjalanan dari Cirebon menuju lokasi makam ini biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit.

E. Harga Tiket

Memasuki obyek wisata ziarah makam Sunan Gunung Jati ini tidak dipungut biaya. Namun, para pengunjung dapat menyumbang dana seikhlasnya pada kotak sumbangan yang terletak di setiap pintu masuk kompleks makam itu.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Di area makam Sunan Gunung Jati terdapat fasilitas seperti penginapan, warung makan, masjid, pendopo, Paseban Besar (pendopo tempat penerimaan tamu), Paseban Soko (tempat untuk bermusyawarah), parkir luas, dan alun-alun. Di lokasi ini juga terdapat pedagang kaki lima, kios cendramata, kios buah-buahan, dan lain-lain.

Pernah mendengar nama objek wisata yang satu ini: Situ Sangiang? Situ ini merupakan salah satu objek wisata alam yang berada di Majalengka yang mengandalkan sumber mata air tanah dan curah hujan sebagai sumber air utamanya. Situ ini memiliki luas total mencapai 26,4 hektar. Situ ini juga termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ceremai yang terkenal dengan legenda Nini Pelet-nya.

Situ ini merupakan objek wisata alam dan tempat ziarah. Banyak para pendatang yang berkunjung kesini dengan tujuan untuk berziarah. Untuk masuk ke lokasi situ terdapat beberapa gerbang. Di tiap pintu gerbang, ada kotak amal yang bisa diisi suka rela oleh pengunjung. Biasanya diperuntukkan bagi para juru kunci. Di sebelah kiri jalan setapak menuju situ, terdapat makam leluhur terdahulu dengan seorang juru kunci. Di jalan setapak itu ditulis peringatan berupa larangan untuk memetik atau mengambil bagian dari pohon besar. Apabila dilanggar konon bisa menimbulkan bencana.

Didalam situ ada sebuah papan pengumuman bahwa pengunjung dilarang berenang, membuang sampah sembarangan, memancing, menyalakan api unggun (bagi mereka yang camping tentunya), ataupun mencorat-coret segala fasilitas yang ada. Kondisi yang cukup aneh memang, mengingat warga setempat sendiri tak berani untuk mengambil ikan dari dalam situ sehingga tak heran kalau ikan-ikan yang hidup disini bisa sampai ukuran terbesarnya.

Beberapa flora atau tetumbuhan yang ada disini antara lain pohon jati, gempol, bambu, pisang, gulma maupun rumput teki dan beberapa tanaman budidaya seperti tembakau dan mentimun. Adapun faunanya meliputi jenis ikan mas dan ikan mujaer, unggas diantaranya ayam dan itik, mamalia (kerbau dan kambing). Di dalam area wisata ini terasa sunyi, lembab, dingin, dan terasa mistis jadi membuat bulu kuduk sedikit merinding. Menjadi lembab dan dingin karena terdapat banyak pohon berukuran besar yang melingkupi area sekitar sehingga matahari tidak bisa menyentuh tanah.

Lokasi

Situ Sangiang berada di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat –Indonesia. Bisa dicapai dengan menempuh perjalan sekitar 4 jam-an dari Majalengka.

Ziarah Dan Wisata Di Pamijahan Tasikmalaya

Makam Syekh Abdul Muhyi merupakan obyek ziarah utama di seluruh situs Pamijahan selain makam Bengkok, makam Sembah Ajeng Tangan Ziah, makam Kidul, dan makam Syekh Khotib Muwahid.

Makam Syekh Abdul Muhyi terletak ditebing sebelah utara Cipamijahan, makam ini seolah berada di atas bukit yang dikelilingi hamparan sawah yang subur. Di sekitar kompleks makam tumbuh pepohonan besar yang memberi kesan rindang dan teduh; suatu kondisi alamiah yang sangat mendukung fungsi kekeramatannya.

Berbeda dengan komplek makam lain, kuburan Syekh Abdul Muhyi mendapat perlakuan sangat khusus.

Di samping bangunannya sangat megah dari konstruksi beton permanen juga tersedia berbagai fasilitas yang menunjang aktivitas ziarah seperti masjid, kolam dan sarana air bersih serta balai-balai yang dapat digunakan para peziarah melakukan zikir. Di daerah inti Pamijahan terdapat beberapa perilaku yang wajib ditaati pengunjung, seperti dilarang merokok, naik sepeda dengan atau tanpa motor.

Selain komplek keramat, sekitar 2 km dari tempat makam Syekh Abdul Muhyi, terdapat Gua Sapawardi.

Gua ini terbentuk secara alamiah sebagai hasil proses geologi biasa. Gua tersebut memiliki dua pintu, tetapi secara tradisional, jalur yang dianggap pintu masuk terletak di sebelah tenggara (Kampung Pamijahan) dan pintu keluar di sebelah barat laut (Kampung Panyalahan). Diukur dari kedua pintu itu, panjang gua mencapai sekitar 284 m dan bagian terlebar mencapai 24,50 m. Menurut perhitungan juru pelihara, ruang dalam gua tersebut mempunyai keluasan 6.950 m2, yang tertutup bukit terjal seluas 26.568 m2.

Dari ujung ke ujung terdapat jalan masuk yang sempit. Bagian dalam gua memiliki ruangan cukup luas dan dapat menampung puluhan orang.

Pada sepanjang jalan gua ini, tampak langit-langit gua dipenuhi stalaktit dan stalagmit. Sesungguhnya jalan gua ini merupakan sumber air yang seterusnya dialirkan ke bagian luar untuk masuk ke sungai Pamijahan. Jalan utama dalam gua ini sebuah jalur lurus dengan orientasi barat ke timur. Di sebelah utara terdapat lorong-lorong yang secara tradisional dianggap jalan mistik dengan berbagai tujuan. Konon katanya jalan mistik ini bisa tembus sampai ke Mekah.

Di dalam gua terdapat sebuah lorong yang dinamai pangtapaan (tempat bertapa). Tempat ini menjadi lokasi pertama dalam proses ziarah ke dalam gua. Setelah keluar dari pangtapaan, orang dapat mengunjungi ceruk kecil mengandung sumber air bawah tanah yang ditandai sebagai zamzam. Di sini pengunjung dapat mengambil air suci dalam botol-botol plastik yang nantinya sebagai bekal.

Pamijahan di Tasikmalaya dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan ziarah terbesar di Jawa Barat setelah Cirebon dan Banten. Daya tarik utamanya selain terdapat makam Syekh Abdul Muhyi, juga adanya Gua Saparwadi yang merupakan tempat peziarah melakukan perjalanan spiritual dan mengambil air suci. Ritual keagamaan yang melibatkan puluhan ribu orang pada setiap hari raya Islam itu telah menjadikan Pamijahan sebagai obyek wisata potensial yang memberi kontribusi besar bagi peningkatan pendapatan masyarakat.

Menurut Usman, penjaga makam Syekh Abdul Muhyi, pada hari besar Islam seperti bulan Rabbi’ul Awwal (kelahiran Nabi), bulan Sya’ban (menjelang ibadah ramadhan) dan bulan Muharram (tahun baru Hijriyah), peziarah bisa mencapai 10.000 orang per hari. “Kendaraan yang parkir khusunya bus, bisa sampai parkir keluar terminal yang jaraknya mencapai 1 km,” ujarnya ketika membersihkan halaman sekitar.

Besarnya jumlah pengunjung sudah tentu membawa dampak luas bagi kehidupan ekonomi warga setempat. Tetapi bisa juga memberi dampak negatif seperti menurunnya daya dukung alam dan berkurangnya ketersediaan air.

Warga setempat memanfaatkan kedatangan orang untuk berziarah dengan menjual berbagai barang dan makanan.

Mulai dari suvenir gantungan kunci, pakaian, hingga aksesori rumah tangga, banyak dijual di gang-gang kecil menuju makam.

Makanan pun banyak dihidangkan mulai dari buah-buahan segar sampai menu makan parasmanan layaknya warung nasi di wilayah dataran tinggi Punclut Kabupaten Bandung.

Selain dampak positif berupa peningkatan ekonomi tersebut, banyaknya pengunjung yang datang juga mengakibatkan dampak negatif, yaitu menurunnya daya dukung alam. Sumber air yang ada banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan peziarah. Sedangkan kebutuhan untuk sektor pertanian menjadi terbengkalai. Apalagi  di musim kemarau, air dimanfaatkan benar-benar untuk kebutuhan wisata ziarah. Pengelolaan air di tempat ini tidak tampak dikelola dengan baik. Ini terbukti kurangnya ketersediaan air di sejumlah tempat strategis seperti di sekitar terminal dan sejumlah masjid. Untuk menghadapai musim kemarau, seharusnya pemerintah setempat bisa membuat sumber air alternatif, seperti penyediaan air artesis.

Masjid Dian Al Mahri atau yang lebih dikenal dengan Masjid Kubah Emas berada di Jalan Maruyung raya, Kel. Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok. Masjid megah ini berkapasitas 20 ribu jemaah berdiri kokoh di atas lahan seluas 70 hektare. Masjid ini mulai dibangun April 1999 oleh seorang dermawan, pengusaha asal Banten bernama Hj Dian Juriah Maimun Al Rasyid, istri dari Drs H. Maimun Al Rasyid, yang membeli tanah kawasan ini sejak tahun 1996. Rencananya, selain masjid, lahan ini akan dijadikan Islamic Centre. Nantinya akan ada lembaga dakwah, dan rumah tinggal. Semua bangunan tersebut merupakan bagian dari konsep pengembangan sebuah kawasan terpadu yang diberi nama Kawasan Islamic Center Dian Al-Mahri.

Masjid Dian Al Mahri dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha 1427 H yang kedua kalinya pada tahun itu. Pembangunannya sudah berlangsung sejak tahun 1999, namun baru dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006. Setelah shalat Idul Adha, pemilik masjid langsung meresmikan masjid ini. Ada sekitar 5 ribu jemaah yang mengikuti prosesi peresmian masjid ini.

Spesifikasi Masjid

Bangunan masjid memiliki luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8.000 meter persegi. terdiri dari bangunan utama, mezamin, halaman dalam, selasar atas, selasar luar, ruang sepatu, dan ruang wudhu. Masjid mampu menampung 15 ribu jemaah shalat dan 20 ribu jemaah taklim. Masjid ini merupakan salah satu di antara masjid-masjid termegah di Asia Tenggara.

Masjid Dian Al Mahri memiliki 5 kubah. Satu kubah utama dan 4 kubah kecil. Seluruh kubah dilapisi emas setebal 2 sampai 3 milimeter dan mozaik kristal. Kubah utama bentuknya menyerupai kubah Taj Mahal. Kubah tersebut memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara 4 kubah kecil lainnya memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter.

Relief hiasan di atas tempat imam terbuat dari emas 18 karat. Begitu juga pagar di lantai dua dan hiasan kaligrafi di langit-langit masjid. Sedangkan mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah berlapis bahan prado atau sisa emas.

Ruang utama masjid memiliki ukuran 45×57 meter, dapat menampung sebanyak 8.000 jamaah. Masjid ini memiliki 6 minaret berbentuk segi enam yang tingginya masing-masing 40 meter. 6 minaret ini dibalut granit abu-abu dari itali dengan ornamen yang melingkar. Pada puncak minaret terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat.
Kubah masjid ini mengacu kubah yang digunakan masjid-masjid Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia.

Pada langit-langit kubah terdapat lukisan langit yang warnanya dapat berubah sesuai dengan warna langit pada waktu-waktu sholat dengan menggunakan teknologi tata cahaya yang diprogram dengan komputer.

Interior masjid ini menampilkan pilar-pilar kokoh yang tinggi menjulang untuk menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem, untuk memberi karakter ruang yang tenang dan hangat. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang dikerjakan oleh ahli dari Italia.

Kemegahan Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri

Emas pada Masjid Dian Al Mahri

Masjid ini disebut dengan Masjid Kubah Emas, sesuai namanya masjid ini memang menggunakan material emas dengan 3 teknik pemasangan: pertama, serbuk emas (prada) yang terpasang di mahkota/pilar, kedua gold plating yang terdapat pada lampu gantung, ralling tangga mezanin, pagar mezanin, ornament kaligrafi kalimat tasbih di pucuk langit-langit kubah dan ornament dekoratif diatas mimbar mihrab, yang ketiga gold mozaik solid yang terdapat di kubah utama dan kubah menara.

Pengurus dan pengelola masjid tidak mengungkapkan informasi mengenai total biaya pembangunan dan juga berat emas keseluruhan yang ada di kompleks masjid ini. Hanya ada informasi ketebalan emas yang melapisi kubah. Setiap kubah memiliki ketebalan emas 2 sampai 3 milimeter. Emas kubah tersebut kemudian dilapisi lagi dengan mozaik kristal.

Perlu diketahui bagi Pengunjung:

Masjid ini terbuka untuk umum, namun demikian ada beberapa bagian yang harus tetap steril seperti menara masjid. Meskipun dibuka untuk umum, namun Masjid Dian Al Mahri tutup pada hari Kamis, menurut pengurus masjid, hari kamis digunakan untuk keperluan persiapan ibadah shalat Jumat keesokan harinya. Sedangkan pada hari lainnya masjid dibuka pada pukul 10.00 pagi hingga 20.00 malam dan untuk shalat subuh hingga pukul 07.00 pagi (keterangan selengkapnya dapat ditanyakan pada pengurus masjid). Jumlah pengunjung biasanya membeludak pada hari Jumat sampai Minggu. Saat Shalat Jumat, minimal 5 ribu jemaah memadati masjid. Sementara pada hari Minggu, jumlah pengunjung biasanya mencapai 10 ribu orang. Sedangkan pada hari-hari biasa, jumlah jemaah tidak terlalu banyak.

Pengunjung bebas keluar masuk masjid, namun demikian ada beberapa aturan yang harus dipatuhi agar suasana ibadah tetap nyaman. Misalnya pengunjung dilarang membawa makanan dan minuman ke lingkungan masjid. Anak di bawah usia 9 tahun juga dilarang memasuki lingkungan masjid.

Untuk masuk ke dalam masjid, diwajibkan memakai pakaian yang menutup aurat, sehingga kalau berkunjung kesana khususnya kaum hawa harus mengenakan jilbab. Alas kaki/sandal harus dititipkan ke bagian penitipan, dan tidak boleh ditinggal diluar. Tempat penitipan alas kaki pada jam-jam shalat menjadi sangat ramai dan penuh. Pada siang hari halaman luar lantai depan masjid sangat panas namun pengurus masjid memberikan karpet plastik untuk mengurangi panasnya lantai halaman masjid. Pengunjung dilarang menginjak rumput yang ada di taman sekitar mesjid. Bagi pengunjung yang ingin berteduh dan sekedar beristirahat, di seberang masjid ada ruang serbaguna yang disediakan. Biasanya para pengunjung menggelar tikar di ruang serba guna ini sambil mengagumi keindahan masjid ini.

Untuk masuk ke dalam masjid, diwajibkan memakai pakaian yang menutup aurat, sehingga kalau berkunjung kesana khususnya kaum hawa harus mengenakan jilbab. Alas kaki/sandal harus dititipkan ke bagian penitipan, dan tidak boleh ditinggal diluar. Tempat penitipan alas kaki pada jam-jam shalat menjadi sangat ramai dan penuh. Pada siang hari halaman luar lantai depan masjid sangat panas namun pengurus masjid memberikan karpet plastik untuk mengurangi panasnya lantai halaman masjid. Pengunjung dilarang menginjak rumput yang ada di taman sekitar mesjid. Bagi pengunjung yang ingin berteduh dan sekedar beristirahat, di seberang masjid ada ruang serbaguna yang disediakan. Biasanya para pengunjung menggelar tikar di ruang serba guna ini sambil mengagumi keindahan masjid ini.

Rute Menuju ke Masjid Kubah Emas

Jalan yang lebih mudah dan tidak berliku-liku untuk menuju ke Masjid Kubah Emas lebih baik melewati RS Fatmawati. Dari arah Jakarta masuk tol arah ke Pondok Indah dan keluar Fatmawati dan belok ke kiri, bila tidak lewat tol ikuti jalan TB Simatupang hingga belok ke kiri RS Fatmawati. Setelah itu ikuti jalan, melewati dua lampu merah hingga pasar Pondok Labu dan sampai di kampus UPN, kemudian ambil ke arah kanan. Ikuti jalan melewati Golf Pangkalan Jati sampai lampu merah dan belok ke kiri ke arah Depok. Jalan ini tinggal lurus saja terus sampai ke Cinere Mall, melewati SPBU, terus hingga sampai Masjid Dian Al-Mahri yang ada di sebelah kiri jalan. Selepas Cinere Mall, memasuki daerah Limo Maruyung kondisi jalan menuju ke lokasi agak rusak berlubang dan cukup sempit hanya 2 jalur, dan harus sedikit mengantri bila berpapasan dengan rombongan yang menggunakan bis-bis besar pariwisata. Jalan lain menuju masjid ini yaitu melalui jalan Sawangan Depok dan Karang Tengah Lebak Bulus yang nantinya juga akan bertemu dengan jalan Limo – Maruyung Raya.

 

Menyeruput kopi di banyak tempat di pusat kota mungki sudah biasa. Tapi bila melakukannya dalam sebuah rumah joglo jawa-bali di kawasan Bukit Pakar Timur Dago yang adem dan cenderung dingin dengan pemandangan kota Bandung? Ini dia pilihan utama untuk bersantai di Bandung, Kopi Ireng. Berlokasi di Jalan Bukit Pakar Timur Ciburial No. 1 Bandung, dan hiruk pikuk kesibukan kota. Memandang kota Bandung yang kecil dari kejauhan, semua masalah dan stress pun terasa semakin jauh saja. Anda dan keluarga pun bias duduk-duduk atau selonjoran di kursi-kursi kayu sambil mengobrol santai seraya menyeruput kopi yang benar-benar rasa kopi. Maksudnya, kopi yang terbuat dari ragam biji kopi murni Itali dan lokal yang diracik khusus oleh pakarnya dan digiling dengan mesin grinder khusus.

Di Kopi Ireng, Anda bisa mencicipi aneka biji kopi murni lokal dan Itali. Ada tujuh menu kopi spesial yang takkan anda temukan rasanya di tempat lain. Contohnya, Stairway To Heaven (racikan Illy Espresso dengan Baileys, grenadine, dan es krim), Snow White (racikan Illy Espresso dengan susu dan Kahlua), dan Orange Coffee (racikan Illy Espresso dengan jus jeruk dan susu). Kopi regular lain seperti Costarica Tarazzu, Toraja, Bali Kintamani, dll juga siap menghangatkan tubuh. Sambil ditemani penganan pancake, sandwich, pasta al Dente atau pisang goreng ala Kopi Ireng, Anda dan keluarga dijamin makin betah saja berlama-lama disini. Apalagi bisa dilanjutkan dengan santapan gurih dan mengenyangkan seperti macam-macam steak, nasi goreng rempah, nasi ayam sasak, atau sop buntut goreng kopi.

Untuk warga Bandung, Kopi Ireng benar-benar menjadi tempat bersantai yang akan menambah gairah hidup sekembalinya ke pusat kota. Dan kurang afdol untuk para pendatang yang berlibur bila belum merasakan eksotisme kopi dan masakan di Kopi Ireng sambil menikmati hawa sejuk dan pemandangannya. Sebagai tempat ‘ngopi yang benar-benar kopi’ dan bersantap sambil menyegarkan hari dan pikiran, Kopi Ireng adalah satu-satunya pilihan di Bandung.

building thumbbuilding thumbbuilding thumbbuilding thumb

building thumbbuilding thumbbuilding thumbbuilding thumb

building thumbbuilding thumbbuilding thumb

building thumb

Lokasi

KOPI IRENG
Jl. Bukit Pakar Timur Ciburial No. 1 Bandung.
Telp. (022) 91156299, (022) 253 1074

Jam layanan:
Senin s/d Jumat, dan Minggu: 10.00 – 23.00
Sabtu: 10.00 – 01.00

Peta lokasi Kopi Ireng
http://www.kopiireng.com

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda merupakan kawasan konservasi yang terpadu antara alam sekunder dengan hutan tanaman dengan jenis Pinus (Pinus merkusil) yang terletak di Sub-DAS Cikapundung, DAS Citarum yang membentang mulai dari Curug Dago, Dago Pakar sampai Maribaya yang merupakan bagian dari kelompok hutan Gunung Pulosari, menjadikan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda sangat baik sebagai lokasi pariwisata alam dan juga sebagai sarana tempat untuk pengembangan pendidikan lingkungan.

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda merupakan bagian dari daerah cekungan Bandung, memiliki latar belakang sejarah yang erat kaitannya dengan zaman purba hingga sekarang. Secara geologis daerah ini mengalami perubahan yang disebabkan oleh gejolak alam dalam kurun waktu pembentukan alam semesta.

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda awalnya merupakan bagian areal dari kelompok Hutan Lindung Gunung Pulosari yang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 575/kpts/Um/8/1980 dirubah fungsinya menjadi Taman Wisata Alam (TWA) Curug Dago. Pada Tanggal 14 Januari 1985 bertepatan dengan kelahiran Bapak Ir. H. Djuanda, TWA Curug Dago secara resmi berubah fungsi menjadi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang merupakan Taman Hutan Raya (TAHURA) pertama di Indonesia, berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3/M/1985 tertanggal 12 Januari 1985 tentang Penetapan Taman Wisata Alam Curug Dago menjadi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.

 

 

 

 

Aksesibilitas

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda memiliki tingkat aksesibilitas yang tinggi, kawasan ini terletak sebelah utara Kota Bandung bahkan sekarang seakan-akan telah bersatu dengan kota tersebut. Akses masuk dapat di tempuh dari berbagai jalur jalan, dari arah selatan bisa ditempuh melalui jalan Dago maupun jalan CIkutra. Semua jenis kendaraan bisa masuk hingga ke pintu gerbang utama. Kondisi jalan dari pusat kota sampai dengan lokasi (pintu gerbang utama) sudah beraspal hotmix dan kini dalam kondisi baik.

Selain dari arah selatan, Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda juga dapat ditempuh dari arah Utara, melalui Obyek wisata Maribaya-Lembang. Dari pintu gerbang ini akan dapat kita lihat obyek wisata Curug Omas serta Patahan Lembang yang membujur arah Barat Laut-Tenggara yang sekaligus menjadi punggung bukit kawasan, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusur jalan setapak sepanjang 5 km menuju ke Dago Pakar.

Kawasan Tahura Ir. H. Djuanda terletak ± 7 km disebelah utara Kota Bandung dan dapat dimasuki dari berbagai jurusan :

  • Melalui Terminal Dago Bandung berkisar 2 Km dengan kondisi jalan telah dihotmix, dapat ditempuh memakai kendaraan roda dua, roda empat dan bis.
  • Melalui Jalan Cimbuleuit-Punclut berkisar 6 Km  dengan kondisi jalan kampung masih tanah, dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua trail.
  • Melalui Lembang-Maribaya berkisar 4 Km dengan kondisi jalan telah dihotmix dapat ditempuh memakai kendaraan roda dua, roda empat dan bis

TATA TERTIB PENGUNJUNG/WISATAWAN DI TAMAN HUTAN RAYA Ir. H. DJUANDA

Selama berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda :

  1. Pengunjung wajib membeli tiket masuk  ke dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.
  2. Pengunjung hanya diperbolehkan berada dalam blok pemanfaatan, objek daya tarik wisata dan jalur-jalur yang telah disediakan.
  3. Tidak merusak, memindahkan, membawa benda-benda yang berada di dalam kawasan ke luar kawasan.
  4. Tidak merusak, mengganggu dan membawa flora fauna yang berada di dalam kawasan.
  5. Untuk menghindari pencemaran, pengunjung tidak membawa alat/bahan kimiawi yang membahayakan lingkungan.
  6. Tidak membawa cat, phylox, spidol dll. (tidak mencoret-coret di kawasan hutan)
  7. Dilarang membawa senjata api, senjata tajam, dan narkoba.
  8. Dilarang melakukan tindakan kriminalisme dan vandalisme.

By : http://tahuradjuanda.jabarprov.go.id/

Observatorium Bosscha merupakan satu – satunya tempat pengamatan bintang di Indonesia. Sebagai negara yang memiliki tiga zona waktu, akan lebih baik jika Indonesia memiliki tiga buah Observatorium.

Observatorium Bosscha Sendiri memiliki sejarah yang panjang hingga sekarang dan masih terus melakukan aktifitas penelitiannya.

Observatorium Bosscha adalah sebuah Lembaga Penelitian dengan program-program spesifik. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, obervatorium ini merupakan pusat penelitian dan pengembangan ilmu astronomi di Indonesia. Sebagai bagian dari  Fakultas MIPA – ITB, Observatorium Bosscha memberikan layanan bagi pendidikan sarjana dan pascasarjana di ITB, khususnya bagi Program Studi Astronomi, FMIPA – ITB. Penelitian yang bersifat multidisiplin juga dilakukan di lembaga ini, misalnya di bidang optika, teknik instrumentasi dan kontrol, pengolahan data digital, dan lain-lain. Berdiri tahun 1923, Observatorium Bosscha bukan hanya observatorium tertua di Indonesia, tapi juga masih satu-satunya obervatorium besar di Indonesia.

Observatorium Bosscha adalah lembaga penelitian astronomi moderen yang pertama di Indonesia. Observatorium ini dikelola oleh Institut Teknologi Bandung dan mengemban tugas sebagai fasilitator dari penelitian dan pengembangan astronomi di Indonesia, mendukung pendidikan sarjana dan pascasarjana astronomi di ITB, serta memiliki kegiatan pengabdian pada masyarakat.

Observatorium Bosscha (dahulu bernama Bosscha Sterrenwacht) dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Pada rapat pertama NISV, diputuskan akan dibangun sebuah observatorium di Indonesia demi memajukan Ilmu Astronomi di Hindia Belanda. Dan di dalam rapat itulah, Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang tuan tanah di perkebunan tehMalabar, bersedia menjadi penyandang dana utama dan berjanji akan memberikan bantuan pembelian teropong bintang. Sebagai penghargaan atas jasa K.A.R. Bosscha dalam pembangunan observatorium ini, maka nama Bosscha diabadikan sebagai nama observatorium ini.

Pembangunan observatorium ini sendiri menghabiskan waktu kurang lebih 5 tahun sejak tahun 1923 sampai dengan tahun 1928.

Publikasi internasional pertama Observatorium Bosscha dilakukan pada tahun 1933. Namun kemudian observasi terpaksa dihentikan dikarenakan sedang berkecamuknya Perang Dunia II. Setelah perang usai, dilakukan renovasi besar-besaran pada observatorium ini karena kerusakan akibat perang hingga akhirnya observatorium dapat beroperasi dengan normal kembali.

Kemudian pada tanggal 17 Oktober 1951, NISV menyerahkan observatorium ini kepada pemerintah RI. Setelah Institut Teknologi Bandung (ITB) berdiri pada tahun 1959, Observatorium Bosscha kemudian menjadi bagian dari ITB. Dan sejak saat itu, Bosscha difungsikan sebagai lembaga penelitian dan pendidikan formal Astronomi di Indonesia.


Akses ke Observatorium
Ada beberapa alternatif transportasi untuk datang ke Observatorium Bosscha.

Kendaraan Pribadi

Dari Jl. Setiabudi Bandung, silahkan ambil jalan ke arah lembang. Dalam perjalanan akan melewati Universitas Pendidikan Indonesia (UPI Bandung) dan terminal Ledeng. Setelah sampai terminal Ledeng, teruskan perjalanan ke arah Lembang. Ikuti jalan sampai Pusdik Korps Wanita Angkatan Darat. Setelah kurang lebih 400 meter, akan sampai gerbang bawah Observatorium Bosscha yang berada di kanan jalan. Kendaraan besar seperti Bus di parkir di depan gerbang ini. Perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki sekitar 800 meter, melewati gerbang atas, dan sampai di Observatorium.

Kendaraan Umum

1. Dari Stasiun Hall Bandung
– Naik Angkutan Kota St. Hall – Lembang, turun di gerbang bawah Observatorium.

2. Dari Terminal Bus Cicaheum
– Naik Angkutan Kota Cicaheum – Ledeng, Turun di terminal Ledeng,
dilanjutkan naik St. Hall – Lembang, Turun di gerbang bawah Observatorium.

3. Dari Terminal Leuwi Panjang

– Naik Bus Damri arah Ledeng. Dari Ledeng naik St. Hall – Lembang,
turun di gerbang bawah Observatorium.

Kunjungan
Observatorium Bosscha merupakan fasilitas penelitian astronomi milik ITB. Kegiatan utama Observatorium Bosscha adalah penelitian dan pendidikan. Namun sejalan dengan Tridharma perguruan tinggi, Observatorium Bosscha juga memiliki program pengabdian masyarakat yang diantaranya adalah kunjungan siang dan kunjungan malam.
Kunjungan Siang 
Di program ini, pengunjung dapat melihat cara kerja teleskop Zeiss (tidak meneropong) dan mendapat informasi astronomi di ruang multimedia.
Pengunjung harus mendaftar terlebih dahulu dengan biaya Rp. 15.000/orang.

Jadwal kunjungan siang sebagai berikut:

Kunjungan Malam

Di program ini, jika langit cerah (tidak mendung/hujan/berkabut) pengunjung dapat melihat cara kerja teleskop Zeiss (tidak meneropong), mendapat informasi astronomi di ruang multimedia dan meneropong langsung dengan teleskop portable dan teleskop Bamberg. Jika cuaca tidak mendukung, acara tetap berjalan tanpa peneropongan.
Pengunjung harus mendaftar terlebih dahulu dengan biaya Rp. 20.000/orang. 
Program kunjungan malam hanya dibuka beberapa malam di musim kemarau (periode April sampai Oktober). Acara berlangsung dari jam 17.00 – 20.00 wib. Harap datang sebelum acara dimulai.

 

Cara Pendaftaran dan Pembayaran

Dengan melakukan pendaftaran dan pembayaran, anda telah menyetujui aturan berkunjung ke Observatorium Bosscha.

1. Untuk pengunjung keluarga/perorangan

Untuk program kunjungan siang, pengunjung dapat langsung datang dan berkunjung di hari Sabtu jam 9.00-13.00 wib. Untuk program kunjungan malam, pengunjung harus melakukan reservasi terlebih dahulu via telp. Pembayaran dapat dilakukan tunai di tempat (saat datang berkunjung).

2. Untuk pengunjung dari sekolah/lembaga/organisasi

Harap mengirim surat resmi (menggunakan kop surat, tanda tangan dan berstempel) via pos atau faksimil yang ditujukan kepada Kepala Observatorium Bosscha dengan alamat sebagai berikut:

Observatorium Bosscha
FMIPA Institut Teknologi Bandung
Lembang, Bandung 40391
Jawa Barat, Indonesia
No Telp./Fax.:  +62-22-2786001

Dalam surat tersebut cantumkan:
– Hari dan tanggal berkunjung
– Jam berkunjung
– Jumlah orang yang akan berkunjung
– Kelompok usia pengunjung (TK, pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa, guru atau umum)
– Email dan nomor handphone/telp. yang dapat dihubungi untuk konfirmasi pendaftaran

Pendaftaran secara lisan/lewat telpon/email tidak kami layani. Observatorium Bosscha tidak menerima surat dari agen biro perjalanan atau travel.

Pembayaran dilakukan dengan cara transfer ke rekening BNI:
No rekening : 0901 042 017
Atas nama   : PPM FMIPA ITB
Dengan mencantumkan tulisan berikut di formulir transfer:
“Bosscha dari [nama sekolah/institusi/organisasi] [kota]”
Contoh: “Bosscha dari SD Pertiwi 1 Jakarta”

Kirimkan bukti transfer tersebut via faks ke no 022-2786001 dan bukti transfer yang asli dibawa dan ditunjukkan saat berkunjung.
Pembayaran yang telah dilakukan tidak dapat dikembalikan.



Informasi Tambahan :

Observatorium Bosscha TIDAK menerima kunjungan pada:

  • Hari Senin (ada perawatan instrumen)
  • Hari Minggu dan hari libur nasional
  • Pergantian tahun (tanggal 25 Desember 2014 – 5 Januari 2015)
  • Bulan puasa dan libur Idul Fitri (27 Juni – 4 Agustus 2014)
  • Tanggal 13 dan 14 Juni 2014

Selama berada di Observatorium Bosscha, pengunjung diharap:

  • datang tepat waktu. Keterlambatan lebih dari satu jam dapat dikenai sanksi kunjungan dibatalkan
  • datang sesuai jumlah yang telah terdaftar. Penambahan jumlah dapat dikenai sanksi mulai dari pembayaran dua kali lipat hingga penolakan kunjungan
  • menjaga kebersihan dan ketertiban selama berkunjung di observatorium
  • memakai pakaian yang rapi dan sopan (bagi siswa memakai seragam sekolah)
  • memarkir bus atau kendaraan besar lain di tepi jalan, lalu berjalan kaki ke Observatorium Bosscha (kira-kira 1 km). Apabila pengunjung menggunakan mobil biasa, dapat masuk ke kompleks observatorium
  • tidak membawa binatang peliharaan
  • tidak mengadakan kegiatan makan bersama di kompleks observatorium
  • tidak mengadakan acara seperti pembagian rapor, games, outbond, foto pre-wedding, di kompleks observatorium
  • saat kunjungan malam tidak memotret menggunakan lampu flash
  • tidak merokok di lingkungan observatorium
  • di musim hujan harap sedia payung

BY : http://bosscha.itb.ac.id/

Floating Market

Floating market adalah sebuah pasar atau tempat jual beli, dimana para penjual menjajakan barang dagangannya diatas perahu, pasar terapung biasanya terdapat di tempat dimana moda transportasi air memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari.

Floating Market yang sering kita dengar adalah pasar terapung yang berada di Kalimantan, Sumatera serta di Bangkok Thailand, beberapa diantaranya adalah Pasar Terapung Muara Kuin yang berlokasi di sungai Kuin, Kota Banjarmasin, kemudian Pasar Terapung Lok Bintan yang ada di sungai Tabuk Kabupaten Banja, serta Pasar Terapung Langkat di Kabupaten Langkat, Sumatera Utama. Tapi jangan khawatir karena sekarang kita bisa mencicipi suasana floating market/pasar terapung di daerah Lembang, Bandung Jawa Barat

 

Jam buka dan tutup Floating Market Lembang

Area wisata Floating Market Lembang, buka setiap harinya pada pukul :

  • Senin – Kamis : buka jam 09.00, tutup jam 17.00
  • Jum’at – Sabtu : buka jam 09.00, tutup jam 20.00
  • Minggu: buka jam 08.00, tutup jam 20.00

Tiket Masuk Floating Market Lembang

Memasuki kawasan Floating Market Lembang anda akan diminta untuk membayar tiket masuk sebesar Rp. 15.000,- per orang serta Rp. 5.000,- untuk parkir kendaraan roda empat, tiket yang anda beli nantinya dapat anda tukar dengan minuman yang disediakan di pintu masuk, minuman yang tersedia terdiri dari kopi, coklat panas, lemon dll, anda dapat memilih minumuman tersebut sesuai dengan selera masing-masing, satu tiket untuk satu minuman.

Minuman yang dapat di nikmati dengan menukar Tiket Masuk ke Floating Market Lembang Bandung

Masih di Lobby (pintu masuk) anda akan menemukan meja informasi sekaligus tempat penukaran koin, nah koin ini yang nantinya digunakan sebagai alat pembayaran untuk membeli makanan ataupun minuman di areaFloating Market Lembang. Melewati lobby anda akan disambut oleh pemandangan danau yang sangat indah, di sekelilingnya disediakan meja dan tempat duduk yang dapat anda gunakan untuk menikmati pemandangan sambil menikmati minuman atau sambil berfoto bersama teman. Masih didalam pendopo terdapat tempat penukaran koin dan reservasi, di Floating Market anda harus bertransaksi menggunakan koin ini, baik untuk masuk ke satu wahana, atau menikmati jajanan di area pasar terapungnya.  ada 4 tipe untuk penukaran uang Rp.5.000,- Rp.10.000,- Rp.50.000,- dan Rp.100.000,-.

jadi tunggu apalagi yukk liburan ke Floating market Sekarang Juga 🙂 ..

 

Floating Market Lembang
Jl. Grand Hotel No. 33E

Lembang, Jawa barat

+62708 888 81

Kodepos 40391

 

 

Menyusuri Sejarah Bandung Tempo Dulu
Kredit: Wikimedia Commons/Koleksi Tropenmuseum

Apa yang bisa diperoleh dari masa lalu? Selain kenangan tentulah cermin bagi kita untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi. Mari menyusuri penggalan sejarah Bandung tempo dulu.

Ada beberapa lokasi yang dapat dilihat di Kota Bandung sebagai berikut ini.

asia afrika,bandung
Jalan Asia-Afrika, Bandung. (Koleksi Tropenmuseum)

ASIA-AFRIKA. Jalan Asia-Afrika (dulunya Jalan Raya Pos) merupakan awal berdirinya Kota Bandung. Di sinilah tahun 1810 Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, Herman Willem Daendels, menancapkan tongkat di suatu titik di sisi De Groote Postweg. Titik itu kemudian dikenal dengan nama Kilometer 0.

Daendels pun membujuk Bupati Bandung ke-6, Raden Wiranatakusumah II, untuk memindahkan ibukota Bandung dari Karapyak (16 km selatan Bandung) ke lokasi alun-alun sekarang ini. Kilometer 0 letaknya tak jauh dari pelataran Hotel Grand Preanger.

HOTEL SAVOY HOMANN. Merupakan hotel pertama di Bandung, hotel ini awalnya dimiliki dan dijalankan oleh keluarga Homann dari Jerman. Bermula dari bangunan bambu, hotel itu kemudian direkonstruksi ke gaya neogothik romantik yang sedang populer kala itu. Tahun 1939, A.F. Aalbers ditugaskan mendesain ulang ke gaya streamline art deco.

Hotel ini juga menjadi tempat penginapan pemimpin Asia dan Afrika kala Konferensi Asia-Afrika diselenggarakan di Bandung tahun 1955.

SUNGAI CIKAPUNDUNG. Sungai Cikapundung menjadi salah satu alasan mengapa Deandels memindahkan ibukota yang lama ke alun-alun. Sungai bersejarah ini merupakan sumber bagi warga dalam mencari sumber air.

Pada zaman prasejarah, saat Danau Besar Bandung masih ada, sungai ini berada 30 meter di bawah permukaan danau. Manusia prasejarah yang tinggal di perbukitan utara biasa menyeberangi danau sebelum tiba di selatan Bandung untuk suatu urusan.

ALUN-ALUN. Alun-alun dianggap sebagai taman publik pertama di Bandung. Konsepnya sama dengan beberapa kota di Jawa lainnya, yakni Catur Gatra. Di sebelah selatan ada Rumah Pendopo sebagai pusat pemerintahan, sebelah barat ada tempat peribadatan monumental (Mesjid Agung), di sisi timur ada pusat aktivitas komersial (Palaguna dan beberapa bioskop), serta di sisi utara didiami rumah penjara (Banceuy).

Penjara Banceuy yang dibangun tahun 1877 itu diruntuhkan tahun 1984. Sebagai penanda bahwa di sini pernah dibangun sebuah penjara, disisakanlah sebuah menara pengawas di pinggir jalan berpagar besi dan rantai. Itu yang tampak dari luar. Sedangkan di dalam kompleks pertokoan kita bisa melihat ruang sel contoh, yang kebetulan dulu ditempati Soekarno.

KANTOR POS BANDUNG DAN GEDUNG BANK MANDIRI. Kantor Pos yang dibangun pada 1928 ini masih difungsikan seperti dulu—Posten Telegraf Kantoor. Bangunan bergaya geometric art deco ini merupakan rancangan J. Van Gent. Sedangkan Gedung Bank Mandiri awalnya adalah Bank Escompto. Inilah bank pertama di Bandung yang melayani warga maupun tuan tanah Parahyangan. Menara uniknya di sisi barat diberi aksen dua jam bundar kecil.

BRAGA. Sepenggal jalan ini menjadi ikon Bandung. Dulu setiap sore jalan ini dipadati pejalan kaki yang hendak bragaderen (ABG kini menyebutnya mejeng). Toko-toko yang ada di sepanjang jalan ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan barang-barang penduduk Bandung yang kebanyakan dari Eropa. Maka, diimporlah makanan dan minuman, pakaian dengan model terkini, dan mobil mewah.

cagar budaya, braga, revitalisasiArief Sujatmoko

Inikah yang membuatnya ia dijuluki “The Fifth Avenue of the East”? Yang jelas, Braga merupakan satu dari tiga jalan pertama di Bandung (lainnya Jalan Asia-Afrika dan Jalan Merdeka). 

TAMAN DEWI SARTIKA. Taman ini dibuat 1864 dan letaknya menyatu dengan Kantor Kodya Bandung yang bergaya geometric art deco.

TAMAN LALU LINTAS. Taman Lalu Lintas yang dibangun tahun 1910-an ini awalnya bernama Insulinde Park dan digunakan sebagai tempat upacara bagi militer Hindia Belanda. Ya, kawasan ini merupakan kawasan militer. Jangan sembarangan memotret kalau tidak ingin kamera Anda diminta penjaga.

TAMAN MALUKU. Sedangkan Taman Maluku aslinya Molukkenpark. Yang khas di sini adalah patung pendeta militer Belanda, Verbraak, di sudut utaranya. Omong-omong, dulu taman ini terkenal dengan warianya. Jika melintas malam-malam di sini, dijamin banyak penggoda yang menggoyahkan iman.

GEDUNG SATE. Inilah penanda Bandung, yang sering gambarnya dijadikan kartu pos. Gerber merancang gedung paling monumental di Indonesia ini dalam gaya Indo-Eropa, memadukan bermacam gaya moorish Spanyol, renaissance Italia, art deco, dan Sunda. Gedung ini dibangun secara diagonal menghadap Gunung Tangkuban Perahu.

(Yds Agus Surono. Sumber: Intisari)

Air Panas Ciater

Jln. Raya Ciater – Subang
Telepon :
0260-471700/471800/471900
Fax :
0260-470890/ 471666
Pengelola :
PT. Sari Ater
Website :
www.sariater-hotel.com

Sari Ater Hot Spring Resort atau lebih dikenal dengan obyek wisata air panas Ciater, terletak pada kawasan pegunungan Subang, di kaki gunung Tangkubanparahu, tepatnya di Desa Ciater, Kecamatan Ciater Kab.Subang.
Obyek wisata ini merupakan salah satu obyek terpopuler di Indonesia, para wisatawan dapat menikmati sumber mata air panas yang berasal dari kawah aktif Gunung Tangkubanparahu yang terletak tidak jauh dari obyek wisata sari ater, sumber mata air panas tersebut disajikan dalam bentuk kolam dan kamar rendam dengan desain yang unik, yang tersebar dibeberapa lokasi obyek wisata sari ater.
Dengan luas areal 30 ha dan pesona alam khas pegunungan, Sari Ater hot spring resort banyak memberikan fasilitas wisata bagi para wisatawan yang berekreasi bersama keluarga selain untuk berendam juga dapat menikmati keindahan alam pegunungan yang masih asri.
Fasilitas

 

Fasilitas Resort

Sari ater Hot Spring Resortmempunyai 103 kamar dan bungalow dengan berbagai type, lengkap dengan fasilitas ruangan nya.

Fasilitas Olah raga dan Adventure.

Tenis lapangan, Basket & volley, put & put mini golf, wahana anak-anak, tea walk, paint ball gamesgokart/ATVoff roadoutbond, dsb.

Fasilitas Rekreasi.

Kolam rendam air panas, perahu dayung, lahan perkemahan, kolam pancing,picnic area, kerajinan keramik, dsb.

Fasilitas Restoran dan Bar.

Fasilitas Confrence & Banquet.

 

Aksesibilitas
Untuk menuju ke obyek wisata ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi baik roda 2 maupun roda 4 atau angkutan umum. Adapun waktu tempuh ke obyek wisata sari ater, yaitu dari kota Subang sekitar 40 menit ke arah selatan sedangkan dari Bandung sekitar 55 menit dan dari Jakarta via tol Sadang dengan waktu tempuh sekitar 3 jam serta dari Tangkuban parahu kurang lebih 10 menit. Kondisi jalan menuju kawasan ini, baik dari subang maupunBandung sangat baik. Namun yang perlu diperhatikan mengenai kondisi kendaraan, karena menuju lokasi baik dari Subang maupun Bandung akan melalui tanjakan yang cukup berat.

A. Tiket Masuk Gerbang Utama   
Tiket Orang di hari biasa (senin-jumat) Rp.   27.000,- 
Tiket Orang di hari Libur (sabtu-minggu) Rp.   30.000,- 
 liburan Panjang & Tanggal Merah  
Tiket Motor Rp.   15.000,- 
Tiket Mobil Rp.   25.000,- 
Tiket Bus / Truk Rp.   35.000,- 
   
Tiket Orang di hari Liburan Rp.   35.000,-
(Masa liburan Tahun Baru & Lebaran)
Tiket Motor Rp.   20.000,-
Tiket Mobil Rp.   30.000,-
Tiket Bus / Truk Rp.   40.000,-
   
B. Tiket Kolam & Kamar Rendam   
Tiket Kolam Rendam Mayang sari   Rp.   45.000,- 
Tiket Kolam Rendam Wangsadipa  Rp.   25.000,- 
Tiket Kolam Rendam Pulosari        Rp.   27.000,- 
Tiket Kolam Rendam Leuwi Sari     Rp.   14.000,- 
Tiket Kamar Rendam                    Rp.   60.000,- 
Tiket Paket Mayangsari                 Rp.   60.000,- 
Tiket Paket Kimannis                    Rp.   50.000,- 
   
C. Paket Makan Plus   
Meals Paket Minimum 50 pax  Rp.   90.750,-/ pax /nett 
( Tiket masuk Rekreasi, Tiket Masuk Kolam Rendam )
( Makan Prasmanan, penggunaan ruang 3 jam )
( Untuk di luar  ruangan dikenakan biaya sewa tenda )
Dalam Ruangan / Luar Ruangan 
 
   
D. Fasilitas Kegiatan Outdoor   
Tenda Sarnavile (5 x 5 m)                      Rp.   700.000,-/unit 
Tenda Café ( 3 x 3 m )                          Rp.   150.000,-/unit 
Kursi Lipat                                            Rp.       5.000,- 
Meja Panjang ( 50 x 200 cm ) Rp.     30.000,-
Wireless Portable Sound Rp.   300.000,-
Arus Listrik 2500 Watt /jam Rp.     50.000,-
Arus Listrik 5000 Watt /jam Rp.   100.000,-
Arus Listrik 7500 Watt /jam Rp.   125.000,-
Arus Listrik 10.000 Watt /jam Rp.   175.000,-
Lampu / titik Rp.     35.000,-
Panggung Rangka Besi /mtr Rp.     32.500,-
Panggung Mini Rangka Besi 1,2 x 2 m Rp.     70.000,-
Pemasangan Spanduk /unit Rp.     25.000,-
Pemasangan Umbul-umbul Untuk Iklan Rp.     27.500,-
Pemasangan Umbul-umbul Untuk Group Rp.     20.000,-
Sewa Panggung Ratu  A Rp.1.000.000,-
Sewa Panggung Ratu  B Rp.   750.000,-
Sewa Panggung Ratu  C Rp.2.500.000,-
   
E. Paket Hiburan  
Single Electone Combo Rp. 4.150.000,-
Single Electone Rp. 2.650.000,-
Paket Dangdut Rp. 8.000.000,-
Paket Full Band Rp. 8.000.000,-
MC Lokal Rp. 1.500.000,-
Kecapi Suling ( Tanpa Sound System ) Rp. 1.100.000,-
Kecapi Suling ( Sound System ) Rp. 1.600.000,-
Seni Tari Sisingaan Rp. 3.350.000,-
Paket Seni Tari Jaipongan Rp. 3.350.000,-
Penari Jaipong (2 orang)+Cassette Rp. 1.250.000,-
Seni Calung + Sound System Rp. 2.200.000,-
Badut (1 Orang) Rp. 1.500.000,-
Sound System Untuk Electone Rp. 1.500.000,-
Sound System 3000 – 5000 Watt Rp. 5.250.000,-
Peralatan Band + Sound 5000 Watt Rp. 4.250.000,-
Solo Keyboard Rp. 1.750.000,-
   
F. Fasilitas Berkemah  
Tenda Pleton 5 x 9 m Rp.    600.000,- /Unit
Tenda Regu 4 x 6 M Rp.    400.000,- /Unit
Veltbed Rp.      35.000,-/unit
Api Unggun Rp.    150.000,-/unit
Sleeping Bag Rp.      20.000,-/unit
   
Ciater Family Adventure Camping Park  
Type Rajawali Rp. 2.500.000,- /8 pax
Type Elang Rp. 2.300.000,- /8 pax
Type Rusa Rp. 1.300.000,- /4 pax
Type Landak Rp. 1.000.000,- /4 pax
Type Musang Rp.    750.000,- /4 pax
   
G. Tarif Rumah Kebun  
Rumah Kebun Rp. 3.500.000,-
Fasilitas :

  • Capacities of 6 pax
  • 3 Bedrooms
  • Living Room
  • Dining Room & Kitchenette
  • Terrace & Balcony
  • TV with IDD Channel, Refrigerator
  • 1 toilets no thermal hot water
  • Private parking space for 4 cars
  • Breakfast
  • Evening break
  • Free entrance to Recreation Area
  • Free ticket to Thermal Bathing Pool
 
   
H. Tarif Fasilitas Rekreasi  
Alat Permainan A & B Rp. 150.000,- /Game
Tea Walk A Rp.   40.000,- /Org
Tea Walk B Rp.   47.000,- /Org
Paket Mancing Rp.   25.000,- /Org
Sepak Bola Mini Rp. 100.000,- /Game
Put & Putt /hole Rp.   20.000,- /Org
Pitch & Putt Golf  
Weekdays Rp.   45.000,-/2 Round
Weekend Rp.   60.000,-/2 Round
Permainan Bola Rp. 100.000,-
Aerobic Instructure + wireless sound system Rp. 500.000,- /3Jam
Fish Theraphy Rp.   25.000,- /Org
Fish Theraphy paket 2 orang Rp.   40.000,- /2 Org
Hiking Rp.   47.000,- /Jam
Jasa Pijat Badan ( pool side ) Rp.   75.000,- /45 menit
Membatik Rp.   45.000,-/Org/Jam
   
I. Tiket Permainan  
Tiket Komedi Putar Rp.      8.000,-
Tiket Sepeda Air Rp.      8.000,-
Tiket Perahu Dayung Rp.      8.000,-
Tiket Kereta Mini Rp.      8.000,-
Tiket Water Ball Rp.    25.000,-
Tiket Dream Zone Rp.    16.000,-
Tiket Wall Climbing 1 putaran Rp.    20.000,-
Tiket Wall Climbing 2 putaran Rp.    25.000,-
Tiket Flying fox 1 putaran Rp.    20.000,-
Tiket Flying Fox 2 putaran Rp.    25.000,-
Tiket Cinema 4 Dimensi Rp.    16.000,-
Tiket Berburu Hantu Rp.      7.000,-
Tiket Rumah Hantu Rp.    17.000,-
Tiket Trampolin Rp.    20.000,-
Tiket Panahan 6 Panahan Rp.    10.000,-
Tiket Panahan 12 Panahan Rp.    15.000,-
   
J. Corkage  
( Biaya Membawa Fasilitas Sendiri )  
Fee Kebersihan Snacks Box Rp.     15.000,- /Box
Fee Kebersihan Meals Box Rp.     15.000,-/Box
Fee Electone Rp.1.250.000,-
Fee Full Band Rp.1.400.000,-
 
K.  ADVENTURE & GAMES  
Go-Kart  
Thundem (5 putaran) Rp.      75.000,-
5 Putaran Rp.      75.000,-
3 putaran Rp.      50.000,-
ATV
Adventure ( 1 km ) Rp.      75.000,-
Atv Bambie 2 Putaran Rp.    150.000,-
Atv Bambie 5 Putaran Rp.      75.000,-
Adventure ( 1 km ) Rp.      75.000,-
Atv Bambie 2 Putaran Rp.      40.000,-
 
Buggy Off road  
Buggy Off road ( 3 km ) Rp.    235.000,-
Extra Person Rp.      50.000,-
 
Jeep Off Road  
Paket A Rp.    750.000,-
Jeep Adrenalin (3km) Rp.    500.000,-
Sewa Track Rp.    125.000,-
Rp.       50.000,-
Land Rover Touring 3 km (8 org) Rp.     750.000,-
Land Rover Touring 6 km (8 org) Rp. 1.900.000,-
 
Berkuda  
Kuda Tunggang Rp.       20.000,-/putaran
( Route 1 – Kabayan, Sunan Suite, Kabayan )
( Route 2 – Kabayan, Area Nangka, Kabayan )
Kuda Tunggang Rp.       65.000,-/jam
( Lokasi mengelilingi Area Sari Ater )
Delman Rp.       20.000,-/org/putaran
( Route Kabayan – Area Jambu)
Delman Rp.      35.000,-/org/putaran
( Route Kabayan – Paddock – Kabayan )  
Delman Rp.       65.000,-/jam
( Route mengelilingi Area Sari Ater )  
 
Outbound  
One Day Outbound Program Rp.    500.000,-/org
Outbound Spiritual Management Training Rp.    610.000,- /org
Fun Team Building Rp.    200.000,- /org
Ice Breaking Rp.       50.000,- /org
High Rope ( 8 macam ) Rp.       50.000,- /org
 
Paint Ball  
Khusus Tamu Hotel Rp.       90.000,- /org
Paket Tantama Rp.     100.000, /org
Paket Buser Rp.     120.000, /org
Paket Komando Rp.     145.000, /org
Paket Jendral Rp.     175.000, /org
Paket Ekonomis Rp.       65.000, /org
Tembak Target Rp.       40.000, /org
Travel Agent Rp.       90.000, /org
Tamu Umum Rp.       65.000,
Tambahan Peluru A ( 40 Peluru ) Rp.       40.000,
Tambahan Peluru B ( 20 Peluru )  

By Sari ater hotel